Sorong, 2 Juli 2026 – Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian ekosistem Raja Ampat melalui partisipasi aktif pada Lokakarya Multipihak Membangun Komitmen Bersama Pengelolaan Sumberdaya Alam Raja Ampat yang Berkelanjutan, yang diselenggarakan oleh Yayasan Terra Abadi Papua (Terra Papua) di Hotel Vega Prime Sorong pada 30 Juni–2 Juli 2026. Kegiatan ini mempertemukan pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, akademisi, Perwakilan Majelis Rakyat Papua, masyarakat adat, organisasi masyarakat sipil (NGO), mitra pembangunan, dan sektor swasta untuk menyusun langkah kolaboratif menuju pengelolaan Raja Ampat yang berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Fakultas Perikanan UNAMIN diwakili oleh Dr. Ahmad Fahrizal, S.Pi., M.Si., selaku Dekan Fakultas Perikanan, yang hadir bersama lebih dari seratus peserta dari berbagai unsur pemangku kepentingan. Kehadiran perguruan tinggi dalam forum ini menunjukkan bahwa dunia akademik memiliki peran penting sebagai penyedia kajian ilmiah, penghasil inovasi, dan mitra strategis dalam penyusunan kebijakan pembangunan berkelanjutan.
Menurut Dr. Ahmad Fahrizal, keberhasilan menjaga Raja Ampat tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan penelitian, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berada di Papua Barat Daya, Fakultas Perikanan UNAMIN memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk mendukung pengelolaan sumber daya pesisir dan laut yang berkelanjutan. Melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kolaborasi multipihak, kami siap berkontribusi dalam mewujudkan Raja Ampat sebagai kawasan konservasi dunia yang tetap lestari hingga tahun 2036 dan seterusnya.”
Lokakarya ini menghasilkan berbagai rekomendasi strategis, mulai dari identifikasi isu-isu konservasi, penguatan tata kelola kawasan konservasi, pengembangan pariwisata berkelanjutan, pengelolaan sampah, hingga penyusunan Call to Action serta penandatangan “komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan” yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman untuk menjaga Raja Ampat dari ancaman kerusakan lingkungan dan aktivitas yang tidak berkelanjutan 2036.
Bagi Fakultas Perikanan UNAMIN, hasil lokakarya ini sejalan dengan arah pengembangan tridharma perguruan tinggi yang menitikberatkan pada riset dan inovasi di bidang pengelolaan pesisir, konservasi laut, ekowisata, ekominawisata mangrove, perubahan iklim, serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Berbagai penelitian yang telah dan sedang dikembangkan di Papua Barat Daya diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah dalam mendukung pengambilan kebijakan konservasi yang berbasis bukti (evidence-based policy).
Ke depan, Fakultas Perikanan UNAMIN berkomitmen memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga konservasi, organisasi masyarakat sipil, dan mitra pembangunan dalam mengembangkan penelitian kolaboratif, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan sumber daya pesisir dan kelautan.
Melalui semangat kolaborasi tersebut, Fakultas Perikanan UNAMIN menyatakan dukungan penuh terhadap visi “Raja Ampat Berkelanjutan 2036”, yaitu sebuah komitmen jangka panjang untuk menjaga keanekaragaman hayati laut, memperkuat kesejahteraan masyarakat lokal, serta memastikan bahwa pembangunan ekonomi berlangsung selaras dengan prinsip konservasi dan keberlanjutan (Chi).


