Hidden Paradise! Pulau Keffing Miliki Keanekaragaman Teripang yang Menakjubkan

Facebook
Twitter
WhatsApp

Sorong, Fakultas Perikanan UNAMIN – Indonesia memang dikenal sebagai negara kepulauan dengan kekayaan laut yang luar biasa. Namun, masih banyak “hidden gems” yang belum banyak dikenal masyarakat. Salah satunya adalah Gugusan Pulau Keffing di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku.

Gambar 1. Pulau Keffing, Seram Bagian Barat

Pulau kecil yang dikelilingi laut biru jernih ini ternyata menyimpan kekayaan hayati yang sangat berharga, yaitu teripang (Holothuroidea). Selama ini masyarakat lebih mengenalnya sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi, padahal teripang memiliki peran penting menjaga kesehatan ekosistem laut. Potensi tersebut berhasil diungkap melalui penelitian mahasiswa Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Sorong, Fitriyani Mahad, yang melakukan kajian ekologi sumber daya teripang di Gugusan Pulau Keffing.

Pulau Kecil dengan Potensi Laut yang Besar

Pulau Keffing merupakan salah satu pulau di Kabupaten Seram Bagian Timur yang memiliki hamparan padang lamun, pasir putih, terumbu karang, serta perairan dangkal yang menjadi habitat ideal berbagai biota laut. Masyarakat setempat telah lama memanfaatkan teripang sebagai sumber penghasilan melalui aktivitas “bameti”, yaitu mencari hasil laut ketika air surut. Selain dijual kepada pengepul, sebagian masyarakat juga mengolah teripang menjadi makanan khas lokal seperti sambal teripang. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi enam jenis teripang yang hidup di perairan Pulau Keffing, yaitu: Stichopus vastus, Holothuria atra, Holothuria microthele, Holothuria scabra (Teripang Pasir), Bohadschia argus, dan Bohadschia vitiensis. Dari seluruh spesies tersebut, Stichopus vastus menjadi jenis yang paling banyak ditemukan pada padang lamun dan substrat pasir kasar, menunjukkan bahwa habitat alami Pulau Keffing masih sangat mendukung kehidupan berbagai spesies teripang.

Gambar 2. Hasil laut “Teripang” asal Pulau Keffing, Seram Bagian Timu

Kualitas Laut Masih Sangat Baik

Kabar baiknya, hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lingkungan laut Pulau Keffing secara umum masih berada dalam kategori baik. Beberapa parameter kualitas air yang diukur menunjukkan bahwa Suhu perairan berada pada kisaran 30–31°C, kadar salinitas 30,5–32‰, dan nilai pH sebagian besar berada pada kisaran normal bagi kehidupan biota laut. Habitat perairan didominasi oleh: padang lamun, pasir berlumpur, pasir berkarang, serta pecahan karang. Lingkungan seperti inilah yang menjadi “rumah” ideal bagi berbagai jenis teripang.

Teripang Bukan Sekadar Hewan Laut

Banyak orang menganggap teripang hanyalah komoditas ekspor dengan harga mahal. Padahal, di balik bentuknya yang sederhana, teripang memiliki fungsi ekologis yang luar biasa. Teripang membantu alam dengan mendaur ulang bahan organik di dasar laut, menjaga kualitas sedimen, memperbaiki sirkulasi nutrien, menjaga keseimbangan ekosistem padang lamun dan terumbu karang. Karena itulah, keberadaan teripang sering disebut sebagai salah satu indikator kesehatan ekosistem pesisir.

Ada Ancaman yang Harus Diwaspadai

Di balik kekayaan tersebut, penelitian juga menemukan adanya tantangan yang perlu mendapat perhatian. Aktivitas pemanfaatan teripang yang dilakukan terus-menerus tanpa pengelolaan berkelanjutan berpotensi menurunkan populasi di alam. Selain itu, pada salah satu lokasi penelitian yang berdekatan dengan kawasan permukiman ditemukan nilai pH yang lebih rendah dibanding lokasi lainnya, yang diduga berkaitan dengan pembuangan sampah ke perairan. Temuan ini menjadi pengingat bahwa menjaga laut bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama.

Mahasiswa Turun Langsung Menjaga Laut Indonesia

Penelitian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Sorong tidak hanya belajar di ruang kelas. Melalui kegiatan penelitian lapangan, mahasiswa turut menghasilkan data ilmiah yang dapat menjadi dasar pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pemerintah daerah, masyarakat pesisir, serta berbagai pihak dalam menyusun strategi konservasi dan pemanfaatan teripang yang berkelanjutan di Pulau Keffing.

Laut Kita, Masa Depan Kita

Pulau Keffing mengajarkan bahwa pulau-pulau kecil Indonesia menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Dengan menjaga ekosistem laut hari ini, kita turut menjaga sumber pangan, ekonomi, dan keanekaragaman hayati untuk generasi mendatang. Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Sorong terus berkomitmen mendorong penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan (Ftiry/Chi).