Fakultas Perikanan UNAMIN Tegaskan Komitmen Dukung Penyusunan Neraca Sumber Daya Laut di Misool

Facebook
Twitter
WhatsApp

Sorong, 18 Desember 2025 — Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Sorong (Faperik UNAMIN) yang diwakili oleh Dosen Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (Prodi MSDP) Ilham Marasabessy, S.Pi., M.SI., (Illo Marssy) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mendukung program-program strategis pemerintah pusat maupun daerah, khususnya di sektor kelautan dan perikanan. Komitmen tersebut disampaikan dalam Pertemuan Pemangku Kepentingan dalam Penyusunan Neraca Sumber Daya Laut (NSDL) di Kawasan Konservasi Pulau Misool dan Laut Sekitarnya yang diselenggarakan di Hotel Aston Sorong & Conference Centre.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian PPN-Bappenas ini menjadi bagian dari upaya penyusunan basis data dan rekomendasi kebijakan pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Provinsi Papua Barat Daya, Apsalom Salossa, M.Si., serta dihadiri oleh perwakilan kementerian, pemerintah daerah, lembaga penelitian, perguruan tinggi salah satunya Dosen Fakultas Perikanan UNAMIN, organisasi non-pemerintah, dan pelaku usaha.

Dalam sesi diskusi, perwakilan Faperik UNAMIN menyampaikan kesiapan fakultas untuk berkontribusi aktif melalui penyediaan data ilmiah yang bersumber dari hasil penelitian dosen dan mahasiswa yang selama ini telah dilakukan dan berdampak langsung pada masyarakat pesisir. Faperik UNAMIN juga membuka ruang kolaborasi lanjutan dengan berbagai pihak. “Apabila diperlukan oleh lembaga NGO maupun institusi lain, dapat bersurat secara resmi kepada Dekan Fakultas Perikanan untuk kebutuhan data dan informasi ilmiah,” Urai Dosen yang biasa disapa Illo Marssy, yang disampaikan dalam forum tersebut.

Lebih lanjut, forum menegaskan bahwa Neraca Sumber Daya Laut (NSDL) merupakan instrumen penting untuk melakukan penilaian holistik terhadap sistem ekologi, ekonomi, dan sosial di sektor kelautan dan perikanan. NSDL dipahami sebagai kerangka kerja ocean accounting yang mengintegrasikan data lingkungan, sosial, dan ekonomi untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti. Pada pelaksanaannya di Kawasan Konservasi Pulau Misool dan Laut Sekitarnya, NSDL diharapkan mampu menjadi indikator terintegrasi yang mengukur perubahan ekosistem laut serta keterkaitannya dengan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat.

Sejumlah indikator utama yang dibahas dalam penyusunan NSDL meliputi:

  1. Lingkungan, yakni pelacakan kondisi dan luasan ekosistem laut dan pesisir seperti terumbu karang, mangrove, lamun, rumput laut, serta kualitas perairan;
  2. Ekonomi, yang mengukur nilai barang dan jasa ekosistem serta kontribusinya terhadap sektor perikanan, pariwisata, pelayaran, hingga aktivitas ekonomi kelautan lainnya; dan
  3. Sosial, yang menitikberatkan pada aspek inklusivitas, kesetaraan, budaya, kearifan lokal, ketenagakerjaan pesisir, serta distribusi manfaat pembangunan kelautan.

Dalam diskusi, Faperik UNAMIN juga mengusulkan agar penyusunan NSDL tidak semata bertumpu pada aset berwujud (tangible asset) dengan pendekatan nilai moneter, tetapi turut memasukkan aset tidak berwujud (intangible asset) melalui pendekatan nilai non-moneter. Aset intangible—seperti solidaritas sosial, kebersamaan, kekerabatan, kenyamanan komunitas, serta praktik kearifan lokal—dinilai memiliki peran krusial dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya laut. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkaya paradigma lama valuasi ekonomi sumber daya alam, sehingga pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya laut tidak hanya diukur dari nilai rupiah, tetapi juga dari kekuatan sosial-budaya masyarakat lokal.

Pertemuan ini ditutup dengan perumusan rekomendasi awal pengelolaan Kawasan Konservasi Pulau Misool dan Laut Sekitarnya, serta komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Faperik UNAMIN menegaskan akan terus berperan aktif sebagai mitra akademik dalam mendukung pembangunan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan di Papua Barat Daya (Chi/Illo).