Kampung Yeflio, 6–7 Oktober 2025 — Tim Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Sorong sukses melaksanakan Program Kosabangsa 2025 di Kampung Yeflio dengan fokus pada penguatan UMKM berbasis hasil perikanan dan pangan lokal. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya kelompok UMKM Bahari Nusantara yang selama ini tidak aktif dan membutuhkan pendampingan untuk kembali produktif.
Dalam program yang berlangsung selama dua hari tersebut, tim pengabdian di bawah koordinasi Sukmawati, S.Si., M.Si., melaksanakan tiga kegiatan utama, yaitu:
- Pelatihan dan pendampingan pembuatan olahan ikan berupa abon ikan tuna dan bakso ikan.
- Pelatihan pembuatan produk pangan lokal berbahan dasar sagu, seperti kue sagu yang bernilai ekonomis.
- Pelatihan SOP pengemasan produk dan manajemen pemasaran, guna meningkatkan daya saing produk UMKM di tingkat lokal maupun regional.
Kegiatan pelatihan berjalan interaktif dan penuh antusiasme. Warga Kampung Yeflio, khususnya para pelaku UMKM, mengikuti proses produksi secara langsung mulai dari pemilihan bahan, teknik pengolahan, pengemasan, hingga strategi pemasaran. Produk-produk hasil pelatihan pun ditampilkan di akhir kegiatan sebagai bukti kemampuan baru yang berhasil dikuasai masyarakat.

Antusiasme dan Dampak Nyata bagi Masyarakat
Menurut Sukmawati, kegiatan ini merupakan respons atas permintaan masyarakat saat kunjungan tim beberapa bulan sebelumnya. Kelompok UMKM Bahari Nusantara saat itu menyampaikan keinginan untuk memperoleh pelatihan olahan hasil perikanan dan manajemen usaha.
“Masyarakat sangat antusias. Mereka memang meminta pelatihan ini sejak lima bulan lalu. Melalui pelatihan ini, mereka kini memiliki keterampilan membuat abon ikan, bakso ikan, kue sagu, sekaligus memahami SOP pengemasan dan strategi pemasaran. Ini menjadi modal dasar untuk mengembangkan usaha mereka ke depan,” ungkapnya.
Dampak langsung dari kegiatan ini adalah meningkatnya keterampilan teknis masyarakat, yang diharapkan dapat mendorong UMKM Bahari Nusantara kembali aktif dan produktif.
Rencana Tindak Lanjut: Menuju UMKM Mandiri dan Berdaya Saing
Agar proses pemberdayaan berjalan berkelanjutan, tim Kosabangsa merumuskan beberapa langkah tindak lanjut, yaitu:
- Pendampingan berkelanjutan untuk memastikan penerapan standar mutu produk.
- Fasilitasi pengurusan izin usaha dan merek dagang, sehingga produk dapat dipasarkan lebih luas.
- Peningkatan akses pemasaran, termasuk pemanfaatan jejaring lokal, koperasi, dan platform digital.
- Pengembangan inovasi produk baru sebagai bentuk diversifikasi ekonomi masyarakat.
Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Program Kosabangsa 2025 di Kampung Yeflio turut memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa tujuan SDGs, yaitu:
- SDG 1 (Tanpa Kemiskinan): Memberikan peluang pendapatan baru dari usaha berbasis sumber daya lokal.
- SDG 2 (Tanpa Kelaparan): Mendorong pemanfaatan hasil perikanan sebagai pangan bergizi dan mudah diakses.
- SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Mengembangkan UMKM untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat secara inklusif.
Penutup
Program Kosabangsa 2025 di Kampung Yeflio menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali UMKM Bahari Nusantara dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas lokal, kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain di Papua Barat Daya.
Oleh: Sukmawati, S.Si., M.Si. dan Tim
Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat
Universitas Muhammadiyah Sorong
6–7 Oktober 2025



