Kajian Rutin Al-Islam dan Kemuhammadiyahan — Sabtu, 08.30–10.00 WIT
Sorong — Kegiatan kajian rutin Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK Pekanan) yang digelar setiap Sabtu pagi pukul 08.30–10.00 WIT kembali dilaksanakan secara hybrid (daring dan luring) yang dihadiri dosen Fakultas Perikanan beserta sivitas akademika lainnya. Pada pertemuan kali ini, pengurus Baznas Cimahi, Jawa Barat, Bapak Muhammad, M.Pi., menjadi pemateri dengan judul kajian “Pentingnya Aspek Kehalalan dalam Produk Perikanan”.

Acara dimulai dengan pembukaan singkat oleh Dekan dan dilanjutkan paparan dari Bapak Muhammad yang menekankan bahwa kehalalan bukan sekadar aspek ritual semata, tetapi juga menjadi jaminan mutu, etika produksi, dan nilai ekonomi bagi produk perikanan. Menurut pemateri, penerapan prinsip kehalalan meliputi beberapa komponen penting seperti sumber bahan baku, proses penanganan (handling), kebersihan fasilitas dan alat, serta rantai distribusi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Beberapa poin penting yang disampaikan dalam kajian:
- Bahan baku dan penangkapan/Budidaya/pemanenan: Bahan baku harus berasal dari sumber yang halal dan proses penangkapannya atau kegiatan budidaya tidak melanggar kaidah-kaidah syariah yang relevan yang sesuai dengan aspek seperti Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) meliputi aspek pakan ikan hingga obat-obatan, kemudian aspek Hazard Analitycal Critical Control Point (HACCP) hingga proses penyajian di meja makan.
- Proses pengolahan dan hygiene: Proses pengolahan harus menjamin kebersihan, pemisahan dari bahan haram/najis, serta penggunaan bahan tambahan yang jelas status halalnya.
- Sertifikasi dan dokumentasi: Pentingnya mencatat dan menyerahkan bukti praktik baik serta sertifikasi yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan akses pasar.
- Manfaat ekonomi dan pemasaran: Produk perikanan bersertifikat halal cenderung memiliki nilai tambah di pasar domestik maupun internasional dan membuka peluang ekspor.
- Peran akademisi dan lembaga: Perguruan tinggi dan lembaga keagamaan/ekonomi seperti Baznas dapat bersinergi untuk pelatihan, penelitian, dan pendampingan UMKM perikanan menuju kepatuhan halal.
Dalam sesi tanya jawab, peserta — yang terdiri dari dosen dan praktisi — mengajukan pertanyaan terkait tantangan operasional penerapan standar halal di industri budidaya dan pengolahan kecil menengah, termasuk biaya sertifikasi dan pengawasan mutu. Pemateri menyarankan pendekatan bertahap: mulai dari penerapan standar internal dan dokumentasi sederhana, pelatihan kebersihan dan sanitasi, lalu mengarah pada proses sertifikasi formal.
Acara ditutup dengan penegasan bahwa integrasi aspek kehalalan ke dalam produksi perikanan merupakan upaya multidimensi: memperkuat kepatuhan agama, meningkatkan mutu produk, serta membuka akses pasar yang lebih luas. Panitia mengundang semua civitas akademika untuk aktif berpartisipasi pada pertemuan pekanan berikutnya dan mengimplementasikan hasil kajian dalam kegiatan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Chi/MSR).



